Daftar Lupa kata kunci?
Saturday, November 29, 2014 4:14

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Verifikasi dan Validasi Metoda di Laboratorium

Ditulis oleh Yoky Edy Saputra pada 20-07-2009

verfikasi labotariumVerifikasi merupakan suatu uji kinerja metode standar. Verifikasi ini dilakukan terhadap suatu metode standar sebelum diterapkan di laboratorium. Verifikasi sebuah metode bermaksud untuk membuktikan bahwa laboratorium yang bersangkutan mampu melakukan pengujian dengan metode tersebut dengan hasil yang valid. Disamping itu verifikasi juga bertujuan untuk membuktikan bahwa laboratorium memiliki data kinerja. Hal ini dikarenakan laboratorium yang berbeda memiliki kondisi dan kompetensi personil serta kemampuan peralatan yang berbeda. Sehingga, kinerja antara satu laboratorium dengan laboratorium lainnya tidaklah sama.

Didalam verifikasi metode, kinerja yang akan diuji adalah keselektifan seperti uji akurasi (ketepatan) dan presisi (kecermatan). Dua hal ini merupakan hal yang paling minimal harus dilakukan dalam verifikasi sebuah metode. Suatu metoda yang presisi (cermat) belum menjadi jaminan bahwa metode tersebut dikatakan tepat (akurat). Begitu juga sebaliknya, suatu metode yang tepat (akurat) belum tentu presisi.

Hubungan antara akurasi dan presisi dalam uji metode dapat terjadi dalam empat hal:

  • Akurasi dan presisi sama-sama rendah
  • Presisi tinggi, akurasi rendah
  • Presisi rendah, akurasi tinggi
  • Akurasi dan Presisi tinggi.

Jika diimajinasikan kedalam dunia nyata, akurasi dan presisi digambarkan dengan anak-anak panah yang dilepaskan dari busur dan sasaran tembak. Dikatakan akurat dan presisi atau cermat dan tepat, jika anak panah yang dilepaskan dari busur tepat mengenai pusat sasaran panah yang dituju. Ketika anak panah kedua dilepaskan, maka harus tepat mengenai pusat sasaran, dan seterusnya. Artinya, setiap kali pengulangan berada pada sasaran yang hendak dituju.

Meskipun demikian, akurasi tidaklah sama dengan presisi dan tidak sama dengan reliabilitas/keandalan suatu data. Akurasi diartikan sebagai kedekatan hasil analisa terhadap nilai yang sebenarnya. Presisi diartikan sebagai kedekatan antara sekumpulan hasil analisa. Sedangkan reliabilitas data adalah gabungan antara presisi dan akurasi. Dengan kata lain, akurasi bertujuan untuk mendapatkan suatu nilai yang benar. Presisi bertujuan untuk mendapatkan nilai yang sama. Sedangkan reliabilitas data adalah untuk mendapatkan nilai yang benar dan sama.

Reliabilatas data (keandalan suatu data) merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh suatu laboratorium analisa. Suatu laboratorium yang berkualitas harus dapat mengeluarkan data-data yang andal dan dapat dipercaya (memiliki akurasi dan presisi tinggi). Dalam skala industri, laboratorium bertugas sebagai “pabrik” yang memproduksi data, kemudian data ini akan diteruskan kepada pihak proses yang memproduksi barang yang sebenarnya. Dan tentu saja mereka akan memproduksi barang sesuai dengan data-data yang dikeluarkan laboratorium. Apa jadinya jika formula dan analisa yang dikeluarkan laboratorium (misalnya farmasi) salah ? Bisa jadi obat yang akan diproduksi akan tidak sesuai dengan fungsinya.

Validasi Metode

Berdasarkan SNI 19-17025-2000, validasi adalah konfirmasi suatu metode melalui pengujian dan pengadaan bukti bahwa syarat-syarat tertentu dari suatu metode telah dipenuhi.

Validasi perlu dilakukan oleh laboratorium terhadap :

  • Metode non standar
  • Metode yang dikembangkan sendiri
  • Metode standar yang digunakan diluar lingkup yang dimaksud
  • Metode standar yang dimodifikasi
  • Metode standar untuk menegaskan dan mengkonfirmasikan bahwa metode tersebut sesuai dengan penggunaannya.

Dalam melakukan validasi metode parameter yang harus diuji meliputi :

  1. Limit of detection (LOD)

Limit of detection merupakan batas deteksi yang bisa diuji pada konsentrasi paling rendah.

2. Limit of Quantitation

Limit of quantitation merupakan konsentarsi terendah dari analit yang dapat ditentukan dengan akurasi yang dapat diterima.

3. Working Range

Working range merupakan rentang kerja, mulai dari batas terendah sampai batas tertinggi.

4. Linear Range

Linear range merupakan rentang linear dalam rentang kerja.

5. Sensitivitas/ Kepekaan

Sensitivitas merupakan kemampuan untuk mengukur analit dengan akurat tanpa adanya gangguan dari komponen matriks dalam sampel.

6. Ketahanan Metode

Ketahanan metode merupakan ukuran agi suatu metode dalam mempertahankan kinerja dimana pengaturan kondisi analisa tidak se-sempurna seperti yang ditetapkan didalam metode yang digunakan.

  1. Akurasi

Akurasi diartikan sebagai kedekatan hasil analisa terhadap nilai yang sebenarnya. Akurasi menggambarkan kesalahan sistematik atau bias.

2.   Presisi

Presisi diartikan sebagai kedekatan antara sekumpulan hasil analisa. Presisi menggambarkan kesalahan acak.

Sedangkan dalam verifikasi tidak selengkap dalam melakukan validasi, parameter minimal yang diuji adalah akurasi dan presisi.

Kata Pencarian Artikel ini:

verifikasi metode, perbedaan validasi dan verifikasi, verifikasi metode analisis, verifikasi metode uji, perbedaan verifikasi dan validasi, beda verifikasi dengan validasi, apakah perbedaan validasi metode dengan verifikasi metode, verifikasi pada analisa, verifikasi metode analisis logam ppt, validasi dan verifikasi metode analisa tanah
Artikel ini termasuk kategori: Kimia Analisis dan memiliki 7 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

7 Komentar untuk “Verifikasi dan Validasi Metoda di Laboratorium”

  • eries says:

    Saya sedang memecahkan rumus formula CH3CO2O dengan spesifikasi sebagai berikut ini :

    bahan dasar pembuatan produk kimia ini adalah dengan bahan kimia Mercuric oxide red sebuah senyawa endapan yang tidak larut dalam air dan digunakan dalam pembuatan pigmen-

    Deskripsi : Red Micro – crytalline powder
    Solubility : Solution of 5 gm in 50 ml of dilute hydrochloride acid untuk membuat cairan kimia yang akan saya buat ini
    pH value : Neutral
    Residue after reduction ” 0.5% max
    Mercureous salt : Trace
    Chloride : 0.175 % max
    loss on drying at 105c : 0.5 % max
    Sulphated Ash : 0.2% max
    Iron : 0.005% max
    Nitrogen Compound : to pass test
    Insoluble HCL : 0.1% max
    Assay : min 99%

    produk kedua yang ingin saya buat adalah dengan rumus formula Hg(NH2)Cl adalah berbahan dasar dari mercury mercuric nitric dioxide liquid (brown in color) atau mercury mercuric polyhydroxidine dioxide liquid atau bahasa umumnya mercury dioxide-brown liquid is insoluble in water.

    dengan spesifikasi produk yang saya ingin buat adalah sebagai berikut :

    Deskripsi : brown liquid with a chocking effect
    Solubility : soluble in H2O of PH<3
    Formula : Hg(NH2)Cl / Ammoniated mercury – white powder
    Mercury xyclocaine : trace
    Chloride : 0.175% max
    loss on power at 45c : 0.5% max
    Sulphated Ash :0.2% max

    kira-kira adakah laboratorium yang dapat menguji bahan kimia diatas dengan gambaran laboratorium artikel diatas, kalau ada bisa tahukah saya laboratorium yang mempunyai high capability.

    terima kasih

  • erikwidiarto says:

    Pada hakikatnya pengukuran tidak ada yang benar …. tetapi hanya mendekati kebenaran…….. (GUIDE TO THEXPRESSION OF UNCERTAINTY IN MEASURMENT. ISO/TAG 4/WG 3 ).

  • Tania says:

    hmm,,,, bagaimana verifikasi dan validasi AAS tipe SpectrAA-20plus dengan logam Cu ?

    Saya belum mengerti tentang Presisi, Sensitifitas, % RSD ……. LOD dan LOQ………????????????????????? Tolong dijelaskan ………….

  • khaerunnisa says:

    saya ingin tahu bagaimana cara verifikasi data pH

  • Annisa says:

    Boleh tanya, adakah yang punya contoh format rencana validasi metoda? Trims

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>