Sebuah teknik penganalisis kertas yang mudah dan tidak destruktif telah digunakan dan sedang dikembangkan untuk mengidentifikasi usia dan asal usul berbagai buku dan dokumen-dokumen kuno oleh peneliti-peneliti di Portugal.
Kertas merupakan salah satu bentuk pembawa informasi yang paling umum dan paling tua. Pengetahuan tentang kebudayaan dan peradaban manusia terpampang dalam dokumen-dokumen kertas. Analisis terhadap dokumen-dokumen ini penting untuk menemukan asal-usul, usia, dan pemalsuan, jika ada, dari dokumen-dokumen ini. Karakterisasi unsur kertas bisa memberikan informasi tentang usia, asal-usul dan teknik pembuatan yang digunakan untuk membuat sebuah dokumen, yang juga bermanfaat dalam menentukan bagaimana cara terbaik untuk melindungi dan melestarikan dokumen-dokumen berharga.
Dengan menggunakan fluoresensi sinar-X dipersif energi (EDXRF), Luisa Carvalho dan Marta Manso dari Universitas Lisbon menganalisis buku Rivista del Diritto Comerciale, sebuah buku berbahasa Italia tentang hukum yang diproduksi di tahun 1941. Tanpa ada preparasi sampel pendahuluan, konsentrasi beberapa unsur yang terdapat pada kertas dari bab-bab yang berbeda dari buku ini ditentukan secara langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa buku ini dibuat dari tiga jenis kertas.
Metode yang tidak destruktif ini bisa digunakan untuk menganalisis manuskrip-manuskrip tua. Misalnya, manuskrip-manuskrip tidak bergambar dari abad-abad pertengahan yang sulit untuk dikaji, karena metode-metode tradisional bergantung pada analisis pigmen-pigmen yang digunakan dalam karya-karya seni tersebut. Sekarang ini, teknik yang dikembangkan Carvalho membuka kemungkinan untuk mengkaji dokumen-dokumen ini dengan hanya menganalisis kertasnya. Carvalho berharap agar di masa mendatang, bisa dibuat sebuah database unsur-unsur runut yang terdapat dalam kertas untuk mengidentifikasinya dengan unsur-unsur kunci. "Ada unsur-unsur tertentu atau kombinasi unsur yang merupakan ciri khas dari periode dimana kertas dibuat," papar Carvalho.
Teknologi ini juga bisa dikembangkan dengan membuat sebuah alat portabel untuk meneliti dokumen-dokumen berharga yang tidak bisa dikeluarkan dari museum. Dan beberapa buku, tambah Carvalho, bisa mengandung unsur-unsur dalam tinta yang beracun bagi manusia. Analisis unsur terhadap halaman-halaman buku akan memungkinkan untuk menemukan buku-buku "beracun" semacam ini, kata Carvalho.
Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/