Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, May 17, 2012 11:43

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Kompor gas berbahan bakar sekam padi

Kata Kunci: , , , ,
Ditulis oleh Martinus pada 16-12-2008

Benarkah konversi minyak tanah ke bahan bakar gas dapat menghemat energi? Benarkah konversi ini dapat menghemat anggaran negara? Mungkin, tapi yang jelas anggaran keluarga kalau gas nya terbuat dari biomasa.

Penduduk di daerah terpencil, yang kesulitan mendapatkan pasokan minyak tanah dan gas dapat memanfaatkan biomasa yang mudah diperoleh dari sekitarnya. Alexis Belonio dari Filipina mengembangkan kompor berbahan bakar sekam padi. Ide ini didapatkan dari rasa tidak tega melihat sekam padi yang tidak dimanfaatkan secara efektif.

Kompor sekam ini terdiri dari dua bagian pokok, gasifier dan burner. Cara kerjanya, sekam dalam bejana berbentuk silinder dibakar dari bagian atas. Udara bertekanan dialirkan dari bagian dasar kompor menggunakan fan listrik kecil untuk membantu pembakaran. Sekam tidak sekaligus terbakar sempurna, tetapi terbakar parsial menghasilkan hydrogen, karbon monooksida dan berbagai hidrokarbon ringan ringan. Proses ini disebut pirolisis, atau penguraian oleh panas. Hasil pirolisis tersebut kemudian diumpankan ke burner/ pembakar sekunder yang menutupi permukaan atas bejana tadi.

Kelebihan kompor ini adalah selain desainnya yang sederhana, gas hasil pirolisis dapat didinginkkan dan dialirkan melalui pipa tanpa kehilangan kualitas api yang biru. Akibatnya bermacam-macam konfigurasi dapat dilakukan. Yang paling sederhana adalah menggabungkan burner dan gasifier. Konfigurasi lain dapat juga dengan memisahkan gasifier dengan burner yang terhubung pipa besi. Jumlah burner pun bisa lebih dari satu tergantung kapasitas gasifier.

Kelemahan kompor ini adalah pengoperasian tunggal, mengharuskan penghentian api saat mengisi ulang sekam. Setelah sekam terbakar menjadi arang, kerapatannya menjadi lebih tinggi, sehingga membutuhkan pasokan udara yang bertekanan lebih tinggi. Juga setelah menjadi arang, sekam tidak menghasilkan gas lagi sehingga harus diganti sekam yang baru. Walaupun demikian, kelemahan ini dapat diatasi dengan menggunakan 2 buah gasifier yang dinyalakan bergantian.

Pakar gasifikasi biomasa Dr Paul Anderson memuji tinggi penemuan Belonio ini. Sebelumnya, beliau dan rekannya Dr. Reed dari Biomass Energy Foundation, sempat menyatakan bahwa gasifikasi yang baik dalam perangkat yang sederhana sebagai mustahil. Atas penemuan ini, Belonio mendapatkan penghargaan dari Rolex Award tahun 2008.

Walau didesain untuk sekam padi, tapi saya yakin, dengan sedikit modifikasi, kompor ini dapat digunakan dengan biomasa padatan lain. Informasi lebih mendetil, termasuk foto, skema, dan cara pembuatan bisa dibaca di sini. Informasi tentang Rolex Award bisa dibaca di sini.

Kata Pencarian Artikel ini:

kompor sekam, kompor, kompor sekam padi, kompor gas, cara membuat kompor sekam, kompor biomassa, Cara membuat kompor sekam padi, membuat kompor sekam, gambar kompor sekam, cara pembuatan kompor sekam padi
Artikel ini termasuk kategori: Biokimia dan memiliki 25 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

25 Komentar untuk “Kompor gas berbahan bakar sekam padi”

  • sisky says:

    waw
    waw
    n waw

    salut ne kepikiran ngolah tu limbah

    mo nanya ne..
    kira2 asap yang dihasilkan dari bahan bakar ne ramah lingkungan g?
    kyaknya repot t kalo harus matiin kompor dulu tuk ngisi bahan bakar lagi………

    • Martinus says:

      Kompor ini bisa dibilang tidak berasap, asapnya hanya keluar saat pertama dinyalakan. Dan mungkin bisa diatasi dengan cara lain, seperti menaruh arang sekam yang masih membara diatas sekam baru saat pengisian ulang.
      iya, repotnya memang waktu mengisi ulang sekam. Walau dalam proses kontinyu “kompor” nya sendiri tidak perlu dimatikan, salah satu gasifiernya saja yang dimatikan. Sementara itu kompor tetap menyala disokong gasifier yang satunya.

  • ahmad says:

    bisa dijelaskan atau digambarkan lebih spesifik lagi mengenai pembuatan kompor ini.thanks

    • ist says:

      saya dah buat dan hasilnya luar biasa, kuncinya hanya satu yaitu reaktor pada dinding kompor. jika berminat lihat di blog saya atau silahkan hubungi saya di email saya. tetapi mohon maaf mungkin membalasnya agak lama berhubung banyak email yang masuk dan saya harus membalasnya. terimakasih

  • Martinus says:

    @ ahmad: silahkan membuka link yang disertakan dalam artikel, dan mendownload PDF file dari sang pengarang asli.

  • zulman says:

    Mohon cara membuatnya

  • Freddy says:

    blom ada komentar

  • wah ku pengen buat sendiri, kan sekarang minyak mahal. jadi mungkin bisa ngirit.

  • kosmas says:

    welldone.. salut buat martinus.. salam kenal
    btw bisa sharring sama saya.. saya juga tertarik dengan biomassa, gasifikasi, dll..

  • kosmas says:

    btw bisa kontak saya di kosmas_h@yahoo.co.id
    bisa minta email martinus? atao nomer HP?

  • rudy murtopo says:

    pak mau tanya:
    1.isi sekam 1 kompor berapa? utk brp lama?
    2 harga brp?
    3 apa ada yg nyala diatas 5jam tanpa perlu isi lagi?
    4 bisa utk brp titik? titk apa terjauh dr burner brp meter
    terima kasih atas perhatiannya

  • rudy murtopo says:

    pak saya mau tanya:
    1.kompor isi brp kg sekam? utk brp jam?
    2.harga berapa?
    3.apa ada nyala lebih dari 5jam?
    4.bisa utk brp titk api? jarak titk api dg burner terjauh brp
    meter?
    terima kasih .

  • ian says:

    oke2

    mas, knp harus sekam?
    apakah dpt diganti dgn yg lain?

  • syam says:

    masalah energi reversible ternyata memang bukan pada sumber dan konversi tapi pada keseriusan kita dan terutama negara untuk menyosialiasasikan ke khalayak

  • yessy says:

    dmana bisa kita beli kompor sekam ini..??
    dan berapa no hp yang bisa di hubungi untuk pembelian kompor sekam ini..??

  • mo nnya?g mana cara ngbuatnya,dan minta skema secara rinci..

  • istanta says:

    bermula dari ide pemanfaatan sekam padi, apa yang bisa dimanfaatkan ? saya sudah melakukan penelitian tentang
    1. PENGARUH PENGGUNAAN BRIKET ARANG SEKAM PADI
    DAN PENGATURAN MASA BAHAN BAKAR
    TERHADAP KINERJA DISTILASI UAP MINYAK NILAM tetapi hasilnya tidak memuaskan bukan berarti penelitian ini gagal tetapi kesimpulanya tidak layak jika digunakan utk hal ini.
    2. kompor gas biomasa, dimana kompor pada gb diatas pd artikel itu hampir sama dengan kompor gas milik saya, memang luar biasa. dari hasil uji coba utk sampah kering organik kapasitas kg mampu menghasilkan nyala api 250drajat celcius lama nyala api 35 menit utk mendidihkan air 1ltr perlu waktu 6menit warna nyala api biru agakkemerahan, sekam padi 350 derajat celcius lama nyala api 45menit utk mendidihkan air 1 ltr 3mnit warna nyala api biru hampir nggak kelihatan seperti nyala api spritus, serbuk gergaji campur kayu 300 derajat celcius lama nyala api 90menit utk mendidihkan air 1ltr 5mnt warna nyala api merah.
    paling bagus menggunakan sekam padi, tetapi hasil uji coba saya, kompor gas buatan saya sudah saya coba dibuat 2burner sehingga dapat bergantian dan dapat dipakai non stop 24jam sehari selama 30hari. hasilnya tetap baik.
    sangat cocock digunakan utk industri rumah tangga yang memerlukan pembakaran yang lama.
    jika ingin info lebih lanjut dapat menghubungi saya di istanta123@yahoo.com

  • Martinus says:

    Bagi yang tidak dapat menemukan link terhadap original (pdf) file yang memuat skema dan cara pembuatan, silahkan klik link berikut.

    http://www.repp.org/discussiongroups/resources/stoves/Belonio/preface.html
    Terimakasih atas informasinya sdr Istanta. Anda sudah membuktikan kompor ini dapat berfungsi tidak hanya untuk sekam padi, tapi juga serbuk gergaji dan sampah kering. Saya rasa kompor ini juga dapat difungsikan dengan berbagai padatan lain seperti kulit kacang dan batok kelapa, asalkan bulirannya tidak terlalu besar (low density) atau kecil (high density). Yg menarik bagi saya adalah ampas pembakarannya yang berupa arang, bukan abu. Berarti kompor ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi energi pada pembuatan arang untuk briket dan sebagainya, yang selama ini dibakar sia2. Bagi rekan2 yang berminat produk jadinya, saya mohon maaf belum dapat membantu karena masih di rantau.

  • nurhaji madjid says:

    minta tolong bisa irimkan gambar detailnya….aku di pnpm sdirap, sidrap dikenal penghasil beras di sul-sel…makasih sebelumnya

  • Antychan says:

    Wah…hebat,,,,,
    saya pengen membuat kompor yang tanpa minyak tanah dan gas ,,,jadi kita memanfaatkan limbah disekitar kita ,,,but,,,how D’ manner???

  • ist says:

    coba liat di blog sy, sy kasihkan proses pembuatan lengkap dg gambar n videonya.

  • kurnaedi says:

    aku pengen buat ah d rumah .gmn caranya ya?

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>