Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, May 17, 2012 11:28

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Artoindonesianin untuk antitumor

Ditulis oleh Zeily Nurachman pada 01-01-2003

Tanaman dari marga nangka-nangkaan [Artocarpus (Moraceae)], seperti nangka buah, nangka sayur, cempedak, dan kluwih, adalah tanaman khas tropis. Di beberapa daerah di Tanah Air, penduduk tidak hanya menggunakan buahnya sebagai bahan pangan, tetapi juga daunnya sebagai obat tradisional untuk mengatasi demam, disentri, atau malaria.

Nangka-nangkaan ini telah dieksplorasi kelompok penelitian kimia bahan alam di Departemen Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Prof Sjamsul Arifin Achmad selama 15 tahun terakhir, bahkan ada yang mendapat penghargaan RUT (Riset Unggulan Terpadu) Award.

Kandungan kimia dari spesimen akar, kulit batang, dan batang pohon nangka-nangkaan yang diteliti menghasilkan lebih dari 100 senyawa kimia baru. Salah satu contohnya adalah artoindonesianin. Nama ini telah menjadi nama trivial yang dipublikasikan pada Journal of Natural Product (Amerika Serikat).

Artoindonesianin (berasal dari kata Artocarpus dan Indonesia) mungkin memiliki makna harfiah nangka Indonesia atau senyawa kimia dari nangka yang ditemukan pertama kali oleh orang Indonesia atau senyawa kimia dari nangka hasil riset yang didanai rakyat Indonesia.

Artoindonesianin adalah senyawa kimia dari kelompok senyawa flavonoid dengan kerangka dasar dibentuk dari molekul artoindonesianin E yang terprenilasi, teroksigenasi, dan/atau tersiklisasi.

Unit monomer
Hampir semua struktur molekul artoindonesianin baru yang berhasil diilusidasi memiliki pola perpanjangan rantai dengan menggunakan unit monomer isopren. Mungkin unit monomer ini adalah khas untuk tanaman-tanaman bergetah, seperti tanaman karet (lateks yang dihasilkan dari polimerisasi isopren).

Senyawa-senyawa flavanoid umumnya bersifat antioksidan dan banyak yang telah digunakan sebagai salah satu komponen bahan baku obat-obatan. Bahkan, berdasarkan penelitian di Jepang, ditemukan molekul isoflavon di dalam tempe. Oleh karena molekul isoflavon bersifat antioksidan maka tempe merupakan sumber pangan yang baik untuk menjaga kesehatan, selain kandungan gizinya tinggi.

Senyawa-senyawa flavonoid dan turunannya dari tanaman nangka-nangkaan memiliki fungsi fisiologi tertentu. Ada dua kategori fungsi fisiologi senyawa flavonoid tanaman nangka-nangkaan berdasarkan sebarannya di Indonesia. Tanaman nangka-nangkaan yang tumbuh di Indonesia bagian barat, produksi senyawa flavanoid diduga berfungsi sebagai bahan kimia untuk mengatasi serangan penyakit (sebagai antimikroba atau antibakteri) bagi tanaman.

Sedangkan yang tumbuh di Indonesia bagian timur, produksi senyawa flavanoid berfungsi sebagai alat pertahanan (antivirus). Dengan menggunakan pendekatan fungsi fisiologi ini, uji biologi artoindonesianin dan kerabatnya dilakukan.

Aktivitas biologi
Uji biologi senyawa-senyawa artoindonesianin terhadap sel tumor P-388 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sel P-388 adalah biakan sel tumor luekemia di laboratorium. Senyawa-senyawa artoindonesianin, artoindonesianin A, dan artoindonesianin B yang diteliti memiliki kemampuan membunuh sel tumor P-388 dengan harga LC50 (konsentrasi mematikan sel tumor percobaan separo) berturut-turut adalah 3,9, 0,2, 3,9 mikrogram per mililiter.

Ini adalah kemampuan luar biasa, karena berdasarkan data farmakologi, suatu senyawa layak digunakan sebagai antitumor bila memiliki harga LC50 dibawah 10 mikrogram per mililiter. Hasil penelitian ini merupakan berita gembira bagi penggemar gudeg jogya.

Studi molekuler lebih lanjut mengenai kerja artoindonesianin juga sedang dilakukan. Seperti diketahui, kebanyakan sel-sel kanker (tumor ganas) manusia atau penyakit serius lainnya secara molekuler selalu dihubungkan dengan kegagalan fosforilasi protein yang disebabkan oleh aktivasi berlebih atau ekspresi berlebih dari protein kinase atau hilangnya inhibitor sel.

Oleh karena itu, eksplorasi artoindonesianin sebagai inhibitor protein kinase sangat membantu penemuan obat-obat antikanker baru. Untuk itu, dukungan finansial dari pemerintah atau industri obat terhadap riset ini perlu digalakkan sehingga obat-obat tradisional kita bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri dan teruji secara ilmiah.

Ditulis Zeily Nurachman, Dosen Biokimia, Departemen Kimia IT

Kata Pencarian Artikel ini:

flavonoid, Artoindonesianin, anti tumor, senyawa apa yang terdapat pada tanaman bergetah, tanamanantitumor, struktur kimia anti tumor, senyawa-senyawa yang bersifat antioksidan, parameter ld50, mekanise reaksi antikanker senyawa flavonoid, kegunaan flavonoid sebagai antikanker
Artikel ini termasuk kategori: Biokimia dan memiliki 2 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

2 Komentar untuk “Artoindonesianin untuk antitumor”

  • Harliansyah says:

    Salam, kajian nutraseutikal yang mengarah pada antitumor sudah berkembang selama 3 dekade terahir ini. Dan tentu saja sebagai negara tropis yang kaya sumber bahan alam Indonesia mestinya banyak berperan didalamnya. Namun untuk memastikan apakah senyawa bahan alam tadi dikatagorikan sebagai anti tumor, masih memerlukan kajian yang dalam. Tidak cukup hanya mengandalkan LD50 yang < 10 mikrogram/ml. Hal ini perlu dipahami bahwa mekanisme signaling kehidupan sel kanker begitu kompleks, sehingga kalau hanya sebatas penghambatan kinase misalnya tidak cukup tanpa penginduksian protein yang terlibat program cell death seperti p53, Bax, kaspase 8,9,3 sebagai eksekutor. Selain itu kita diingatkan bahwa keberhasilan sitotoksisitas bahan alam tadi sangat dipengaruhi pada kelarutan bahan, dosis yang dipakai, tipe sel dan level oksidatif stress. Oleh karena itu penggunaan parameter LD50 dari suatu bahan boleh jadi sebatas sitostatik bukan sitotoksik yang membunuh sel kanker secara menyeluruh.

  • jhon l simanjuntak says:

    bagaimana dengan prosedur serta struktur yang lengkapnya dapat saya ketahui??

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>