Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, April 27, 2017 14:57

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Variasi beberapa gen mengubah metabolisme arsenik

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 08-01-2012

Para ilmuwan dari Taiwan telah mengidentifikasikan suatu variasi genetic yang mamapu membuat beberapa populasi lebih tahan terhadap keracunan arsenik.

Masukannya arsenic organis dari makanan laut merupakan salah satu jalur eksposur arsenic utama kedalam tubuh manusia, namun metabolismenya didalam tubuh tidak sepenuhnya dipahami. Meskipun tidak beracun seperti arsenic anorganis, benda yang dibuat didalam tubuh ini dapat menyebabkan masalah kesehatan. Orang – orang yang tinggal pada daratan Asia atau daerah pesisir, seperti Jepang dan Taiwan, dikenal baik memiliki latar belakang arsenic yang relatif tinggi pada urin mereka, yang biasanya menunjukkan makanan laut yang dikonsumsi dengan tingkat tinggi pada area tersebut. Namun para imigran Asia di Amerika Serikat menunjukkan meningkatnya metabolitas  tingkat urinitas arsenic meskipun setelah bertempat tinggal di New York selama beberapa tahun, jelas Yaw-Huei Hwang pada National Taiwan University di Tapei. Hal ini telah menunjukkan suatu hubungan genetic yang harus diteliti.

Beberapa gen dapat hidup pada bentuk berbeda (atau polymorph), yang dapat mempengaruhi bagaimana spesies berbeda yang berhubungan dengan makanan seperti arsenic organic, dimetabolisasikan didalam tubuh. Tim Hwang memberikan contoh urin dari 50 orang setelah memakan kerang dan mengidentifikasikan bentuk tiga gen, dikenal sebagai As3MTPNP dan GSTO1, yang dikenal mempengaruhi metabolisme dari arsenic anorganis pada masing – masing orang. Pada orang – orang yang tingkat urinitas arsenic yang tinggi, gen As3MT terdapat pada salah satu polymorph tertentu, yang mana juga bentuk paling umum pada orang – orang dari Korea dan Japan, jelas Hwang.

Masukannya arsenic organis dari makanan laut merupakan salah satu jalur eksposur arsenis utama kedalam tubuh manusia

Polymorph As3MT mungkin saja tidak efisien pada proses metabolisme arsenic organis, kata Hwang, yang mana dapat menjelaskan beberapa variasi etnis pada latar belakang metabolites urinitas arsenic. ‘Metabolisme dari spesies bahan makanan yang mengandung arsenic pada beberapa orang dengan polymorphism genetic berbeda merupakan perhatian yang besar,’ tambahnya.

Walt Klimecki, yang meneliti bagaimana perbedaan genetic mempengaruhi metabolisme arsenic pada University of Arizona mengatakan ‘temuan studi eksploratory mengenai genetic yang diakitkan antara varian pada As3MT dengan biotransformasi arsenic makanan laut, umumnya dipahami eksposure arsenic yang kurang berbahaya, sangatlah provokatif dengan memberikan spectrum substrat yang dikenal dengan As3MT. sebagian besar beberapa studi bentuk ini dengan diet yang diatur akan diperlukan guna mempercepat kemampuan kita dalam membedakan eksposur arsenic yang berbahaya dengan yang kurang berbahaya.’

Hwang saat ini merencanakan pengkarakteristikan lebih lanjut hubungan antara metabolisme arsenic organis dan anorganis dengan pemonitoran eksposur dan menyelidiki potensi bagi efek kesehatannya.

Jennifer Newton

Artikel ini termasuk kategori: Berita dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>