Sel-sel sperma dan butir-butirnya dibedakan oleh sinyal impedansi berbeda
Para ilmuwan dari Belanda telah merancang suatu chip yang mengkalkulasi konsentrasi sel sperma pada semen dan dapat digunakan sebagai uji tingkat kesuburan di rumah.
Penghitungan sperma pada semen merupakan kunci parameter yang digunkan untuk menilai tingkat kesuburan pria. Beberapa metode baru-baru ini melibatkan pengambilan sampel hingga ahli teknis laboratorium yang secara manual menghitung jumlah sperma pada volume khusus dengan menggunakan mikroskop. Sama baiknya dengan ketidaknyamanan mendapatkan sampelnya untuk dibawa ke laboratorium dengan cepat, hasil dari prosedur ini seringkali muncul sebagai sesuatu yang subjektif dan hal ini memerlukan penanganan sampel manual kata Loes Segerink pada University of Twente, Enschende.
Chip ini dikembangkan oleh Segerink dan para koleganya yang terdiri dari mikro saluran yang berisi sepasang elektroda yang mengukur impedansi fluida pada frekwensi khusus. Beberapa sel berbeda ditunjukkan pada semen dibedakan oleh ukuran sinyal impedansinya. Pemberian obat pada sampel dengan kuantitas butir-butir latex yang diketahui dan membandingkan rasio sinyal butir-butir ratio terhadap sinyal sperma memungkinkan pengkalkulasian konsentrasi sperma.
‘Alat ini menghasilkan determinasi objektif dari kemungkinan konsentrasi tanpa penanganan manual ekstensif, analisa subjektif atau sistem yang mahal. Lebih lanjut hal ini dapat digunakan di luar ruangan laboratorium, seperti di rumah,’ kata Segerink. Parameter lain yang digunakan untuk menilai kualitas semen dapat juga digabungkan kedalam chip, tambahnya, yang dapat mengarahkan pada alat yang ditangani untuk pengujian tingkat kesuburan di rumah.
David Holmes, seorang ahli pada alat mikro yang menggunakan impedansi spektroskopi dalam pensortiran sel, dari London Centre for Nanotechnology, Inggris, mengatakan bahwa ‘Teknik ini sangatlah bertenaga sebagaimana hal ini menunjukkan metode bebas label dari analisa sel. Peningkatan pada tingkat sensitifitas dari alat tersebut pada akhirnya akan menghasilkan perkembangan yang sederhana dalam menggunakan penganalisa tingkat kesuburan.’
Jennifer Newton