Daftar Lupa kata kunci?
Saturday, April 29, 2017 1:35

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Tombol pengontrol dengan sinar penuh warna

Kata Kunci: , , ,
Ditulis oleh Awan Ukaya pada 06-02-2012

Para ilmuwan dari Amerika Serikat telah mengembangkan tombol molecular yang dijalankan dengan sinar dimana mampu dengan cepat dan membalik pengaturan warna melewati keseluruhan spektrum sinar yang terlihat. Hal ini dapat digunakan pada laser kristal cair ldan secara optis dikontrol tampilannya.

Kebanyakan tombol molecular dijalankan oleh medan listrik, panas, atau kimiawi serta reaksi elektrokimiawi. Proses yang dijalankan dengan sinar pada alam, seperti photosynthesis, telah menginspirasi para ilmuwan guna mengembangkan tombol atau motor molecular yang dikontrol oleh sinar yang memberikan keuntungan seperti halnya  wkatu respon yang lebih cepat dan remote control dengan jangkauan lebih luas pada lingkungan sekitar.

Penyuntikan molekul pilinan pada kristal cair mempengaruhi struktur helical. Dengan ditemani oleh azobenzenes kedalam beberapa molekul tersebut memungkinkan helices menjadi lebih terpilin saat molekul isomerise antara isomer cis dan trans dibawah radiasi  UV. Pemilinan ini mengubah warna dari bahan tersebut dengan merefleksikan panjang gelombang sinar yang berbeda. Pada laporan sebelumnya, proses ini tidak dapat diubah dan membutuhkan waktu relaksasi panas yang lama serta konsentrasi tinggi dari molekul dopant, yang mengubah properti yang diinginkan dari lingkungan kristal cair.

Pilinan ini mengubah sinar pantul melewati keseluruhan daerah yang terlihat

Sekarang ini, Quan Li dan para koleganya pada Kent State University, Amerika Serikat telah menyiapkan pilinan molekul azobenzene yang baru berisi dua azo yang berhubungan. Hal ini memungkinkan pergantian antara tiga isomer (cis-ciscis-transtrans-trans) saat disinari. Saat Li menyuntikkan kristal cair dengan pergantian ini, dihasilkan superstruktur helical dengan tenaga pemilinan yang sangat tinggi dimana  dapat diatur guna mamntulkan warna dari sepanjang keseluruhan spektrum yang terlihat. Pada sistem Li hanya pada konsentrasi rendah saja dari pergantian pilinan yang dibutuhkan dan proses pergantiannya dapat diubah.

‘Melalui teknologi ini, sirkuit kontrol elektris atau pola komplek elektroda dapat dipindah dari alat kristal cair konvensional,’ tandas Li.

Mogens Nielsen, seorang ahli pada properti optikal dari system organis, pada University of Copenhagen, Denmark, berkomentar, ‘penggunaan dari photoswitch molekular pilinan menjadi pemilinan yang pengaruhnya dapat diubah hingga kristal cair sebenarnya sangatlah elegan dan menerapkan suatu photoswitches pilinan yang digerakkan oleh sinar  bagi bahan lanjutan yang baru sangatlah membangkitkan minat.’

Tim Li  bertujuan untuk mengembangkan alat kristal cair selanjutnya guna membuatnya mampu dalam mengoperasikan melalui spektrum infra merah yang dekat dan terlihat.

Carl Saxton

Para ilmuwan dari Amerika Serikat telah mengembangkan tombol molecular yang dijalankan dengan sinar dimana mampu dengan cepat dan membalik pengaturan warna melewati keseluruhan spektrum sinar yang terlihat. Hal ini dapat digunakan pada laser kristal cair ldan secara optis dikontrol tampilannya.

Kebanyakan tombol molecular dijalankan oleh medan listrik, panas, atau kimiawi serta reaksi elektrokimiawi. Proses yang dijalankan dengan sinar pada alam, seperti photosynthesis, telah menginspirasi para ilmuwan guna mengembangkan tombol atau motor molecular yang dikontrol oleh sinar yang memberikan keuntungan seperti halnya  wkatu respon yang lebih cepat dan remote control dengan jangkauan lebih luas pada lingkungan sekitar.

Penyuntikan molekul pilinan pada kristal cair mempengaruhi struktur helical. Dengan ditemani oleh azobenzenes kedalam beberapa molekul tersebut memungkinkan helices menjadi lebih terpilin saat molekul isomerise antara isomer cis dan trans dibawah radiasi  UV. Pemilinan ini mengubah warna dari bahan tersebut dengan merefleksikan panjang gelombang sinar yang berbeda. Pada laporan sebelumnya, proses ini tidak dapat diubah dan membutuhkan waktu relaksasi panas yang lama serta konsentrasi tinggi dari molekul dopant, yang mengubah properti yang diinginkan dari lingkungan kristal cair.

Pilinan ini mengubah sinar pantul melewati keseluruhan daerah yang terlihat

Sekarang ini, Quan Li dan para koleganya pada Kent State University, Amerika Serikat telah menyiapkan pilinan molekul azobenzene yang baru berisi dua azo yang berhubungan. Hal ini memungkinkan pergantian antara tiga isomer (cis-ciscis-transtrans-trans) saat disinari. Saat Li menyuntikkan kristal cair dengan pergantian ini, dihasilkan superstruktur helical dengan tenaga pemilinan yang sangat tinggi dimana  dapat diatur guna mamntulkan warna dari sepanjang keseluruhan spektrum yang terlihat. Pada sistem Li hanya pada konsentrasi rendah saja dari pergantian pilinan yang dibutuhkan dan proses pergantiannya dapat diubah.

‘Melalui teknologi ini, sirkuit kontrol elektris atau pola komplek elektroda dapat dipindah dari alat kristal cair konvensional,’ tandas Li.

Mogens Nielsen, seorang ahli pada properti optikal dari system organis, pada University of Copenhagen, Denmark, berkomentar, ‘penggunaan dari photoswitch molekular pilinan menjadi pemilinan yang pengaruhnya dapat diubah hingga kristal cair sebenarnya sangatlah elegan dan menerapkan suatu photoswitches pilinan yang digerakkan oleh sinar  bagi bahan lanjutan yang baru sangatlah membangkitkan minat.’

Tim Li  bertujuan untuk mengembangkan alat kristal cair selanjutnya guna membuatnya mampu dalam mengoperasikan melalui spektrum infra merah yang dekat dan terlihat.

Carl Saxton

Artikel ini termasuk kategori: Berita dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>