Zaman dulu, restorasi lukisan dan karya seni tua lainnya seringkali melibatkan aplikasi damar acrylic untuk memperkuat dan melidungi mereka. Salah satu tugas penting bagi para restorer modern adalah memindahkan lapisan – lapisan tersebut karena ini menghasilkan bahwasannya damar acrylic tidak hanya secara drastis merubah optik dari karya seni yang terawat tetapi dalam beberapa kasus mereka mempercepat degradasi karya tersebut. Para peneliti Italia bekerja sama dengan Piero Baglioni di Universitas Florence sekarang telah mengembangkan sebuah teknik secara efektif merubah lapisan – lapisan polimer tua dari karya seni bersejarah yang sensitif. Sebagaimana para peneliti laporkan di jurnal Angewandte Chemie, system pembersihan yang baru meliputi hanya proporsi kecil senyawa organik yang mudah menguap. “Kita telah mendemonstrasikan aplikasi pertama yang sukses dari system berdasar pada air untuk pemindahan suatu lapisan organik dari karya seni,” kata Baglioni. “Sebagai tambahan, metode kami lebih sederhana dan sedikit invasif ketimbang proses tradisional.”
Para peneliti menggunakan mikoremulsi air pada minyak dengan organik pelarut para-xylene sebagai komponen minyak. Suatu emulsi merupakan pemencaran tetesan yang tepat dari satu cairan pada cairan lain yang mana cairan pertama tidak dapat dicampur. Satu contoh di kehidupan sehari – hari adalah susu. Sebuah mikoremulsi adalah sebuah emulsi yang membentuk secara spontan dan stabil. Hal ini meliputi zat – zat yang berperan sebagai emulsifier. Karena suatu individu yang jatuh hanya berukuran nanometer, maka mikoremulsi tidaklah seperti susu dan tidak tembus cahaya, tetapi cerah dan transparan.
Para peneliti Italia menempelkan mikoremulsi mereka pada suatu matrix dari tipe selulosa yang termodifikasi — sebuah materi yang digunakan sebagai penebal bagi cat emulsi. Matrix ini membuat agen pemersih melekat, sehingga ini tidak dapat masuk lebih dalam ke dalam pori –pori sebuah lukisan. Aktivitas ini terbatas pada lapisan luar, selagi lapisan yang lebih dalam dari zat tidak berekasi dengan xylene. Lingkungan juga harus terjaga, karena pada konsentrasi yang sangat rendah dari larutan yang mudah menguap, penguapan yang lebih jauh dibatasi oleh matrix. Transparansi optikal dari system juga memperbolehkan seorang restorer secara terus menerus mengawasi proses pembersihan.
“Kita telah berhasil membersihkan sebuah mural (lukisan dinding) dari Abad 15,” jelas Baglioni. Lukisan ini terdapat di Santa Maria della Scala Sacristy di Siena. “Lukisan ini ditutupi dengan lapisan acrylic yang berumur 35 tahun dari restorasi sebelumnya. Sistem baru kami memperbolehkan kita untuk memindah secara komplit sinar yang tidak diinginkan. Kita juga mampu untuk membersihkan karya seni lainnya: sebuah bingkai mengkilat dari lukisan Abad 18.”