Daftar Lupa kata kunci?
Friday, March 19, 2010 0:58

Beri Rating:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Sebarkan:

Tabir Surya dari Keringat Kuda Nil, Ingin Coba?

Ditulis oleh Redaksi chem-is-try.org pada 28-05-2004

Selain bertubuh tambun dan berperangai agresif, kuda nil ternyata memiliki keunikan lain. Keringat hewan ini yang berwarna kemerahan dan sedikit lengket, ternyata berfungsi sebagai tabir surya. Komposisi kimia keringat tersebut kini sedang diteliti oleh tim ilmuwan dari Kyoto Pharmaceutical University, Jepang.

Kuda nil atau hippopotamus (kuda air) adalah hewan yang suka berkelahi, sehingga orang Yunani kuno menganggap mereka berkeringat darah. Padahal cairan merah yang keluar dari kelenjar kulitnya itu adalah salah satu alat survival kuda nil. Kerabat babi ini memang memerlukan tabir surya untuk hidup di lingkungan air layaknya hewan amfibi.

Kuda nil makan sebanyak mungkin rerumputan sepanjang malam, dimana sinar matahari tidak menerpa tubuh mereka. Saat subuh menjelang, kuda nil akan masuk ke air dan sepanjang hari yang mereka lakukan hanya istirahat, berkelahi, dan mencerna makanan.

Namun karena makanan kuda nil tidak begitu bergizi, maka hewan-hewan ini harus makan banyak agar bisa mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. “Mereka harus makan terus menerus,” kata Wayne Boardman, ilmuwan dari Zoological Society of London, Inggris.

Oleh sebab itu, selain makan banyak di malam hari, kuda nil tiap kali harus keluar dari air di siang hari untuk makan. Akibatnya kulit mereka bakal terkena sinar matahari, dan di situlah gunanya keringat tabir surya yang dihasilkan, yakni untuk melindungi kulit dari sengatan matahari.

Hewan-hewan lain mungkin menggunakan pelindung kulit lain, seperti bulu. Tapu bulu bukanlah pilihan praktis bagi hewan yang menghabiskan banyak waktunya berendam di air.

Tabir surya antiseptik

“Produk perawatan kulit alami ini tidak hanya melindungi kuda nil dari sinar matahari, tapi juga mengatur suhu tubuhnya dan menekan pertumbuhan bakteri,” kata Kimiko Hashimoto, peneliti Kyoto Pharmaceutical University.

Dalam penelitiannya, Hashimoto mendapatkan bahwa keringat itu mengandung dua macam pigmen, satu merah dan disebut “hipposudoric acid”, dan yang jingga disebut “norhipposudoric acid”. Keduanya diyakini terbentuk karena metabolisme asam amino.

hipposudoric-acid

Pigmen merah merupakan antibiotik hebat. Dalam konsentrasi sedikit saja, ia dapat mencegah pertumbuhan dua jenis bakteri patogen. Hal ini berguna bagi kuda nil karena mereka suka berkelahi. “Kuda nil selalu berkelahi, sehingga badan mereka selalu dipenuhi luka-luka,” kata Boardman. “Mungkin itu sebabnya, mereka dibekali dengan antiseptik.”

Nah, ingin mencoba tabir surya anti septik dari keringat kuda nil? Sebaiknya Anda berpikir dua kali karena keringat itu ternyata berbau menyengat..

Artikel ini termasuk kategori: Berita dan memiliki 0 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>