Daftar Lupa kata kunci?
Saturday, March 20, 2010 15:17

Beri Rating:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Sebarkan:

Situs Web Kimia Indonesia Dibahas di Semiloka ICT

Kata Kunci:
Ditulis oleh Yulianto Mohsin pada 14-08-2004

Para pembicara di Semiloka ICT “Situs-situs e-learning belum berguna bagi bangsa Indonesia sekarang,” begitu pendapat yang dilontarkan bapak Marsudi W. Kisworo di acara Seminar dan Loka Karya (Semiloka) Penyusunan Konsep Cetak Biru “ICT Untuk Pendidikan” di Jakarta tanggal 29 Juni lalu. Hal ini dikarenakan budaya bangsa Indonesia yang menurutnya masih didominasi kultur berbicara dan mendengar ketimbang menulis dan membaca, apalagi mengklik dan membaca. Selain keterbatasan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology – ICT) seperti komputer, laptop, dan sebagainya, penetrasi telepon di Indonesia baru hanya 3,11%, penetrasi internet hosting 0,013%, penetrasi warnet 0,00073%, penetrasi pengguna internet 1,82% dan jumlah bandwidth dalam negeri 255,4 Mbps. Dengan kata lain, infrastruktur telematika (teknologi penyampaian informasi) saat ini baru hanya dinikmati oleh sekitar 2% bangsa Indonesia yang berpenduduk lebih dari 240 juta.

Ketika diberikan kesempatan tanya-jawab, opini pak Marsudi tadi saya bantah. Saya tidak setuju dengan pendapatnya jika kita harus menunggu 20 atau 25 tahun ke depan untuk menggarap situs-situs web e-learning, saat di mana diharapkan angka-angka di atas telah menunjukkan perubahan yang besar. Saat di mana rasio komputer dan murid sudah mencapai angka yang lebih baik (saat ini di tanah air, rasio ini adalah 847 siswa / 1 PC). Saat ketika Indonesia akan semakin tertinggal di bidang pendidikan, terutama penguasaan ICT dibanding negara-negara tetangganya. Paradigma pemikiran yang kurang menyeluruh seperti ini yang harus diubah. Menurut saya, pembahasan konsep cetak biru ICT untuk pendidikan Indonesia kurang lengkap jika tidak turut membahas produk-produk teknologi informasi itu juga, termasuk di dalamnya situs-situs web pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, saya sebutkan juga kiprah yang kami lakukan di Situs Web Kimia Indonesia. Ketika rekan-rekan di Jepang awal tahun lalu mendirikan situs ini, angka-angka statistik di atas tidak terbersit di dalam pikiran mereka dan juga tidak menjadikannya halangan. Misi kami adalah untuk menyajikan suatu situs salah satu ilmu dasar dalam bahasa Indonesia, bahasa pengantar materi ilmu pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Hal ini penting jika mengingat baru hanya 3,6% (lagi-lagi angka kecil) bangsa Indonesia menguasai bahasa Inggris. Dan situs-situs web yang terdapat di dunia maya world wide web banyak ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Usaha kami ini memberikan dampak yang positif. Para pengunjung situs web kami mengakses dari berbagai kota di seluruh tanah air: Jakarta, Pekanbaru, Tangerang, Bandung, Medan, Jember, Jogja, Klaten, Cimanggi, Jatinangor, Bekasi, Palembang, Depok, Padang, Bogor, Ratulangi, Surabaya, Semarang, Palangkaraya dan kota-kota lainnya. Hampir semua dari mereka menyambut baik adanya situs web kimia berbahasa Indonesia. Karena materi penting pembelajaran dan soal-soal olimpiade diberikan secara gratis, mereka menjadi tambah giat belajar. Informasi-informasi penting seputar kimia seperti Chemistry Expo, Olimpiade Internasional Kimia, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Olimpiade Teknik Kimia, dan sebagainya dapat menyebar lebih cepat karena mereka turut membantu memberitahukan keberadaan situs kami ke teman-teman mereka. Beberapa bahkan membantu menerjemahkan artikel-artikel kimia dan menyumbangkan tulisan-tulisan yang sangat menarik. Sampai sekarang, sudah lebih dari 300.000 orang mengunjungi situs web kami.

Ternyata, kami tidak sendirian. Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom) Departemen Pendidikan Nasional pun telah menggarap situs web pendidikan dengan alamat http://www.e-dukasi.net. Situs ini memuat beberapa materi pembelajaran interaktif sejumlah mata pelajaran sains seperti fisika, kimia dan biologi.

Semiloka yang diselenggarakan di ruang Timor Hotel Borobudur Jakarta tersebut juga dihadiri oleh para pemakalah yang lain. Selain paparan ICT untuk pendidikan dari perspektif lembaga pendidikan (Yayasan Pelita Harapan, Yayasan Paramadina, Yayasan Anakku, Yayasan Bina Nusantara), terdapat pula perspektif dari operator jaringan (Telkom, Mobile & Telekom, PSN, IM2 Indosat), dan dari perspektif lembaga-lembaga donor (UNDP, ADB, JICA, UNESCO, dan USAID).

Referensi:

  1. Pemanfaatan ICT Untuk kemajuan pendidikan

Artikel ini termasuk kategori: Berita dan memiliki 1 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

1 Komentar untuk “Situs Web Kimia Indonesia Dibahas di Semiloka ICT”

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>