Daftar Lupa kata kunci?
Saturday, April 29, 2017 1:40

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Sel – sel yang kebal melawan nanotube

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 19-12-2011

Nanotube karbon dapat didegradasikan oleh suatu enzim yang ditemukan pada sel kekebalan pada manusia, lapor para peneliti Amerika Serikat. Hasilnya menyatakan bahwa nanotube – yang mana berguna pada beberapa aplikasi dalam memutar – mutarkan obat dan bahan – bahan – tidak berbahaya terhadap kesehatan manusia seperti yang ditakutkan sebelumnya.

Dengan hanya menentukan bagaimana toksin nanotube karbon telah menjadi salah satu pertanyaan yang sangat menekan sekali pada nanoteknologi, disebabkan beragamnya beberapa aplikasiyang dapat mereka gunakan. Beberapa studi sebelumnya telah membandingkan nanotube dengan asbestos, dan seperti serat asbestos, nanotube sangat panjang untuk dikemas oleh macrophages – sel kebal yang biasanya menelan patogen yang menginvasi. Eksposur ini biasanya memicu suatu respon inflammatori yang kuat dan pada akhirnya dapat mengarahkan pada penyakit paru – paru dan tumor.

Saat ini, para peneliti telah menemukan bahwa suatu enzim yang bernama myeloperoxidase, yang ada pada sel kebal pada manusia bernama neutrophils, dapat melumpuhkan nanotube dan menghentikan respon kekebalan. Enzim myeloperoxidase menggunakan hidrogen peroksida untuk menghasilkan hypochlorite dan radikal reaktif; suatu campuran ampuh yang biasanya  mentargetkan bakteri yang menginvasi, tetapi sekarang telah ditemukan untuk mendegradasikan nanotube dan dalam proses pelepasan gas CO2.

Suatu model molekular dari enzim myeloperoxidase sedang ‘memakan’ sebuah nanotube

‘Neutrophils muncul dengan jumlah yang banyak selama inflammatisasi, sehingga hal ini mungkin bahwa mereka akan mampu mengunyah setiap nanotube yang memasuki paru – paru,’ kata Valerian Kagan, yang memimpin penelitian pada University of Pittsburgh di Pennsylvania, Amerika Serikat. ‘Produk biodegradasi ini tidak lama akan menyebabkan iritasi – sehingga pada dosis yang rendah, mekanisme ini sangatlah efektif.’

Namun timnya Kagan hanya meneliti sel dan model biokimiawi saja sejauh ini, dan mencatat bahwa penelitian lebih lanjut akan diperlukan guna menentukan seberapa baguskah proses ini bekerja pada hewan.

Krzysztof Koziol, seorang ahli nanotube pada University of Cambridge, Inggris, sangat antusias tentang temuan ini. ‘Studi ini membawa kembali pada  pandangan positif mengenai kemungkinan penggunaan nanotube karbon sebagai alat medis potensial dalam pengiriman agen terapis dan tipe lainnya dari tipe pengobatan pengiriman non-viral,’ dia mengatakan pada Chemistry World.

‘Hal ini merupakan temuan yang sangat penting dimana mempunyai  cabang bagi penilaian resiko dan tingkat bahaya nanotube,’ kata Ken Donaldson, yang  memimpin studi pilot kedalam toksitas nanotube pada University of Edinburgh, Inggris. ‘Enzim ini menghentikan pembangunan nanotube ke dosis yang berbahaya, namun penelitian yang lebih diperlukan untuk menentukan apakah proses ini sebenarnya muncul pada paru – paru yang hidup.’

Serta pada kebutuhan dalam penelitian adalah bagaimana tubuh merespon pada berbagai tingkat eksposur, catat Donaldson, karena jangka panjang dari eksposur yang rendah mungkin tidak menghasilkan cukup neutrophils untuk menjadi efektif. ‘Bagaimanapun, hal ini memunculkan pertanyaan terhadapa apakah enzim lain yang ditemukan pada sel paru – paru juga mampu mendegradasikan nanotube,’ tambahnya.

Lewis Brindley.

Referensi

V Kagan et al., Nature Nanotech, 2010. DOI: 10.1038/nnano.2010.44

Artikel ini termasuk kategori: Berita dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>