Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, April 27, 2017 15:03

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Pertanyaan yang Muncul Mengenai Interaksi Antara Sel-sel Otak Neuroscience

Ditulis oleh Awan Ukaya pada 16-03-2010

REKANAN Astrocytes (warna merah) bercampur dengan neurons (warna biru) di otak, namun hal ini belumlah pasti apakah  pemberian sinyal kalsium membantu astrocytes membentuk aktifitas neuronal.

Sel-sel glial memberikan dukungan secara struktural dan nutrisional terhadap neurons di dalam otak. Banyak sekali para ilmuwan neuro menyakini bahwa sel-sel glial juga mempengaruhi fungsi neuronal pada sinapses melalui kalsium yang tidak berdiri sendiri guna melepaskan pembawa pesan kimiawi yang dikenal sebagai gliotransmitters, dengan demikian mempengaruhi pembelajaran dan memori. Beberapa studi mendukung anggapan ini, namun penelitian yang baru saja dipublikasikan pada Science memunculkan suatu pertanyaan (2010, 327, 1250).

Dengan mengabaikan bukti hipotesa mana yang benar, para peneliti setuju bahwa neurons dan sel-sel glial mempunyai cara kerja yang berhubungan. Presynaptic neurons melepaskan neurotransmitters yang mengikat tidak hanya pada sel yang peka rangsangan saja pada postsynaptic neurons namun juga sel yang perka rangsangan pada astrocytesyang derdekatan, suatu tipe sel glial. Pengikatan ini melepaskan kalsium yang disimpan pada reticulum endoplasmic astrocytes, jelas Frank Kirchhoff, seorang neuroscientist pada Max Planck Institute of Experimental Medicine, di Göttingen, Jerman, dalam komentar yang menyertai (Science 2010, 327, 1212).

Beberapa studi sebelumnya telah mengusulkan bahwa kalsium yang bebas menstimulasikan  astrocytes untuk melepaskan serine, glutamate, dan adenosine triphosphate, yang berperan sebagai gliotransmitters yang mempengaruhi aktifitas sinaptis. Beberapa studi ini bersandar pada pendekatan pharmakologikal, seperti penyucian astrocytes dalm persenyawaan yang mengaktifkan reseptor kalsiumnya, untuk memanipulasi tingkat kalsium dalm sel-sel.

“Meskipun skenario ini akan mejelaskan secara tepat  bagaimana astrocytes secara langsung mempengaruhi fungsi neuron, beberapa perhatian telah muncul tentang apakah suatu ‘gliotransmission’ hanyalah artefak eksperimental saja,” tulis Kirchhoff.

Untuk alasan ini, rekanan penelitian yaitu Cendra Agulhon dan profesor  pharmakologi yaitu Ken D. McCarthy pada University of North Carolina, Chapel Hill, menggunakan metode eksperimental baru bagi sutdi baru-baru ini.

Para peneliti mengembangkan dua jalur dari tikus yang dimodifikasi secara genetis dimana reseptornya memediasi pelepasan kalsium baik dicegah ataupun distimulasikan pada perintah dalam astrocytes. Pengujian kadar logam aktifitas listrik dan pencitraan fluorescent dari potongan otak dari tikus termodifikasi secara genetis menunjukkan bahwa beberapa perubahan tersebut tidak mmiliki efek pada aktifitas sinaptik atau plastisitasnya.

Data ini mengindikasikan bahwa pemberian sinyal kalsium tidaklah mencukupi untuk memicu gliotransmission oleh astrocytes, kata Agulhon, “jadi kita harus mempertimbangkan kembali apa yang telah diklaim sejauh ini mengenai peranan eksitabilitas kalsium astrocyte pada aktifitas  sinaptik dan plasmasitas.” Namun dia menambahkan bahwa “meskipun data kami menunjukkan bahwa pemberian sinyal kalsium astrocyte calcium tidak termasuk dalam pelepasan gliotransmitters, astrocytes masih sebagai rekanan dari neurons untuk berbagai fungsi physiologikal lainnya.”

Agulhon mengakui bahwa temuan bar ini akan menjadi kontroversial, jadi selanjutnya dia kan merencanakan untuk menggunakan pencitraan dua photon untuk memelajari interaksi antara astrocytes dan neurons yang mengikuti stimulasi sensor pada hewan yang hidup.

Kata Pencarian Artikel ini:

pertanyaan tentang interaksi sel
Artikel ini termasuk kategori: Berita dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>