Phoenix Lander, sebuah pesawat robot dalam sebuah misi eksplorasi ruang angkasa di planet Mars dibawah Program Scout Mars, telah memulai misi pencarian air di planet Mars sejak akhir Mei 2008. Meskipun dengan upaya terbaik yang telah dilakukan oleh para ilmuwan NASA, robot bertenaga surya ini belum menemukan apa-apa melainkan es. Robot ini telah mengkonfirmasikan ke para ilmuwan NASA bahwa zat berwarna putih yang ditemukan saat menggali sebuah parit pada tanggal 15 juni adalah es cair. Berikut tanya jawab seputar perkembangan yang telah dicapai oleh misi Phoenix Lander sejauh ini dalam perburuan air di planet merah.
Apakah bisa dipastikan bahwa ada air di planet Mars?
Keberadaan air di planet Mars tidak diragukan. Phoenix telah menemukan es cair pada bulan Juli, tepat hanya lima sentimeter ke bawah permukaan, dan uap air telah dideteksi di lingkungan atmosfir planet Mars. Yang belum ditemukan sampai saat ini adalah air sesungguhnya, yang penting untuk proses transfer dan fungsi protein dalam sel-sel, sehingga jika air sejati ini telah ditemukan maka kehidupan di planet Mars akan segera terwujud. David Catling, seorang anggota tim sains untuk misi Phoenix ini yang berkedudukan di Universitas Bristol, mengatakan dia yakin bahwa air yang dicari-cari tersebut benar-benar ada. "Jika kita menggali lebih jauh ke bawah permukaan − seperti halnya di planet bumi jika kita menggali ke bawah sampai mendapatkan terowongan mineral − maka suhu akan menjadi panas. Dan begitu juga di planet Mars, jika kita terus ke bawah permukaan pada akhirnya kita akan menemukan temperatur dimana keberadaan air sejati sangat mungkin, tanpa memperhitungkan suhu pada permukaan."
Bagaimana dengan air permukaan? Bukankah telah ditemukan oleh pesawat pengorbit?
Sebenarnya belum. Pesawat Surveyor Global NASA, yang diluncurkan pada tahun 1996, menemukan sesuatu yang terlihat seperti tanah beku dan selokan-selokan purbakala, serta tanda-tanda aliran air yang belum lama berselang. Tetapi bahkan jika ada air sejati, Phoenix mungkin mendarat di tempat yang tidak tepat sehingga tidak menemukannya. Robot ini sekarang sedang menjelajahi bagian planet Mars yang sama dengan Lingkar Arktik di bumi, dimana Cattling mengatakan tidak mungkin menemukan genangan air di sana. Akan tetapi, seharusnya mungkin untuk menemukan lapisan-lapisan air tidak membeku yang sangat tipis, yang menempel pada butiran-butiran tanah. "Tetapi ini tidak berarti bahwa air-air tersebut bisa diserap oleh sel," kata Jorge Vago, anggota proyek misi eksplorasi European Space Agency’s ExoMars.
Lalu apa yang sudah ditemukan dari misi Phoenix ini?
"Sebelum Phoenix, kita sudah tahu ada air di planet Mars, tetapi kita tidak mengetahui seberapa dalam air tersebut terdapat di bawah permukaan," kata Catling. "Jadi karena kita telah menemukan es tepat di bawah permukaan (hanya 5 cm ke bawah), maka kita bisa pastikan bahwa jika manusia akan pergi ke planet Mars, mereka bisa mendapatkan es cair tanpa harus menggali sangat jauh ke bawah permukaan." Laboratorium kimia basah yang sudah terpadu dengan robot Phoenix, yang mencampurkan tanah planet Mars dengan air Bumi untuk menganalisis komponen-komponen terlarut, juga telah menemukan bahwa tanah tersebut mengandung garam-garam yang larut menghasilkan ion-ion natrium, magnesium, klorida, kalsium dan perklorat. Karena air asin bisa tetap cair di bawah suhu nol, maka para ilmuwan berpendapat mereka mampu menemukan lapisan-lapisan bergaram bahkan pada kondisi-kondisi planet Mars yang kurang bersahabat.
Jadi apakah ada peluang bahwa kita masih bisa menemukan air sesungguhnya?
Salah satu masalah utama yang dihadapi Phoenix sekarang ini adalah bahwa musim panas di planet Mars sudah mendekati berakhir, berarti jumlah sinar matahari untuk bahan bakar robot ini akan semakin berkurang. Tetapi dengan membenamkan kuar (probe) konduktivitasnya lebih jauh ke dalam tanah, atau di tempat lain di permukaan, para ilmuwan masih bisa mendeteksi air − pembacaan sinyal akan menunjukkan konduktivitas listrik yang tinggi. Phoenix juga membawa delapan oven kecil − masing-masing hanya berjarak beberapa milimeter − empat diantaranya harus diisi dengan tanah. Jika air terdapat pada salah satu dari empat sampel akhirnya, maka air itu akan tertinggal sebagai uap. Dan, menurut Vago, masih ada kemungkinan bahwa NASA akan membawa pulang data-data penting. "Ketika para ilmuwan menemukan sesuatu yang mereka anggap menarik, mereka menyukai untuk menelitinya sampai ribuan kali, sehingga anda tidak akan pernah tahu," kata dia.

Akankah Phoenix menemukan air sebelum musim dingin Mars tiba?.
Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/
Kapan indonesia ikut dalam pencarian air di mars
kalau air sejatinya ketemu kabarin ya….!!!!!!
klo di mars ada air,truz keadaannya kaya di bumi,kita hijrah aza yu ke mars
di planet bumi udah banyak polusi
aku juga pengen ke mars tuuuuuu
orang indonesia koq gak ada yang jadi ostronout? apakah orang indonesia kurang cerdsas????
menurut gw indonesia kagak nympe deh mikirin Mars, kalo msh pnya prinsip banyak anak yg penting moslem, bukan dikit anak tp pinter , apa lg i nanti dihbung-hubungkan ma air zam-zam, kr smpe skrg nih air zam-zam saja tidak pernah dicoba diterima oleh logika umum itu hanya air biasa, n itu hanya politik belaka hingga knp air itu dikeramatkan berkhasiat
Tk mungkin ada kehidupan di planet mars kecuali ada keajaiban.toh apakah mungkin kalau kiamat bisa hijrah ke plane mars?
wah mo tinggal di mars sendirian. gak bakal bisa tanam jagung dan singkong
hijrah ke mars ???? msh proses adaptasi g taunya udh mati duluan. he he he ……..!!!!!
Koq saya masih ragu ttg kebenaran penelitian di mars
karna pendaratan di bulan aja masih kontroversi
tolong dong yakinin kita dengan bukti nyuataaaa…
wey semua coba kalo ada alien di mars pasti seru ya…
semoga aja mars bisa di idupin ma manusia biar kita bisa menjalin silahturami antara mars dan bumi..
Kalo di kutubnya mars telah ditemukan es, berarti di mars itu sudah ada air, karena es itu adalah air membeku, yang dicari itu mungkin sungai, atau danau atau lautan, atau mungkin lautan beku dibawah permukaan ditutupi lapisan pasir,
mank bneran yach…….
bagaimana dengan indonesia nda mau pa bergabung ama NASA biar indonesia tidak ketinggalan dalam msalah teknologi ?.
Oh ya itu sih hanya Allah swt yang mengaturnya dia khan mengetahui segala-galanya. …..! Nico
bravo buat peneliti2 yg ada di dunia,bekerja lebih baik dari pada berbicara.
apakah mungkin planet mars bisa ditinggali?????
mars…….!!
smga di sana ada kehidupan. Coz bl ada org bisa hijrah ke sana, shngga di bumi tdk desak2an lagi..
hal ini sangat penting untuk pengetahuan
bkn nya es d mars dbuat dr CO2 yg beku, kalo pun bkn air, tumbuhan bisa idup kan. bisa ga ya ?