Terima kasih pada suatu enzim dari mikroba kuno, para peneliti telah menemukan pilihan baru dalam pembuatan perintis murni secara optikal terhadap penghilang rasa sakit yang sudah diketahui. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti ibuprofen dijual sebagai campuran racemic, meskipun aktivitas biological mereka terletak pada S enantiomers. Tubuh dapat mengubah versi R dari NSAIDs menjadi bentuk S, namun prosesnya tidak sama efisiennya untuk keseluruhan obat – oabatan dan bertanggung jawab atas beberapa efek samping. David B. Berkowitz, Paul Blum, beserta para koleganya dari University of Nebraska, Lincoln, telah mengisolasi suatu enzim alkohol dehydrogenase dari sel tunggal mikroorganisme Archaea dan menggunakan enzim ini untuk mengubah racemic aldehida yang dimulai dari bahan S alkohol NSAID terdahulu (J. Am. Chem. Soc., DOI: 10.1021/ja910778p). Lintasan yang lain terhadap keberadaan chiral terdahulu, namun dikarenakan enzim archaeal sangat stabil dalam kedaaan panas, maka tim ini menggunakan suhu yang lebih tinggi dan kurang terlarut dari pada yang secara tipikal dibutuhkan, dengan ethanol sebagai agen pengurang yang bio-dapat terbarukan. Tim ini mengumpulkan beberapa produk yang terkristalisasi dengan filtrasi dan mendaur ulang enzim tersebut. Pekerjaan ini menunjukkan bagaimana bermanfaatnya enzim archaeal dalam sintesis asimetris, apa yang ditunjukkan para peneliti.